Posts

Showing posts from October, 2019

Saling, Bukan Masing--masing

Bagaimana mendamaikan kita?. Saat kamu yang hanya ingin dimengerti tapi tak pernah mengerti. Yang hanya ingin diperhatikan tapi tak memperhatikan. Kamu yang selalu mengungkit kesalahan seakan aku adalah malaikat bukan insan. Berapa lama lagi kita akan bertahan wahai kesayangan? Perasaankupun tak selalu baik, tak selalu bisa menerima semua perlakuan. Adakalanya akupun ingin diperlakukan sebagaimana kamu aku perlakukan. Jika aku bertahan akankah kamu mengalah? atau kamu semakin pongah? merasa bahwa aku cinta dan tidak akan meninggalkanmu begitu saja? tidak, sayangku. Cinta adalah tentang bagaimana kita merawatnya berdua. Bukan aku saja. Tinggal menunggu waktu sampai kamu yang mengerti, atau aku yang pergi. Karena cinta adalah saling, bukan masing-masing.

Mengungkapkan Rasa, Antara Perekat, Dan Penjauh Yang Sudah Dekat

Kita pasti pernah melihat atau bahkan merasakan, seseorang menjauh dan mendekat karena mengungkapkan perasaan mereka. Seorang sahabat yang mempunyai rasa yang sama, akan lebih dekat setelah diungkapkan. Begitupun sebaliknya, akan saling menjauh jika yang mereka rasakan beda. Itu akan terjadi meski kamu sudah mengatakan:  "Aku harap kita masih bisa bersahabat seperti biasanya".  Kamu akan dapatkan jawaban "iya",  tapi kamu tidak akan mendapatkan persahabatan seperti sebelumnya. Meski kamu paksakan percayalah, rasanya akan tetap beda. jadi bagaimana? jika kelak kamu merasakannya, kamu akan tetap bersahabat?  atau sedikit "nekat" ? sukur-sukur tidak, ya. Karena rasanya begitu rumit. yang lebih menyedihkan adalah: Berteman belum, bersahabat apalagi, tapi sudah dijauhi karena dia mengetahui perasaan kita kepadanya. hahaha. Emang enak?!

Jatuh Hati Butuh Alasan

Aku berusaha mencari alasan untuk tidak menyukaimu. Hampir mustahil mengingat bagaimana sempurnanya kamu. Hari-hari yang kita lalui bersama meski tak mengucap satupun kata. Wajah merah merona yang menyiratkan manisnya kehidupan. Kulit putih mulus yang tak tersentuh kesusahan. Begitulah kamu kugambarkan. Hari demi hari kulewati dengan bahagia juga menyiksa. Diam-diam hanya memperhatikan, sambil mengumpulkan keberanian, untuk menyapamu. Aku masih menunggu saat itu tiba. Semoga kita bisa saling mengenal. Karena aku butuh lebih banyak alasan. Untuk jatuh hati kepadamu wahai perempuan. Yang kunantikan seiring dengan panas dan hujan yang mulai silih bergantian.

Fase Tidak Menentu

Mungkin, kita semua pernah merasa di fase yang tak menentu. Ingin melakukan sesuatu tapi seperti tak tahu arah. Harus kemana, harus bagaimana, harus dengan siapa. Yang lebih meresahkan yaitu ketika kita mulai menyadari apa yang kita inginkan. Arah yang akan kita arungi.  Namun seperti Tuhan tak memberi jalan kita untuk kesana. Semua tertutup. Terlihat seperti hampir berhasil namun hasilnya nihil. Ya, kita semua pernah mengarungi fase seperti itu. Itulah hidup. Boleh kecewa, sedikit saja. Tapi jangan sampai membuatmu jatuh tak berdaya. Yang bisa kita lakukan adalah menyadari bahwa takdir tak selalu harus seperti apa yang kita pikir. Sadari bahwa ketika kamu patah hati, esok hari kamu akan kembali jatuh hati. badai yang kau kira tak akan berakhir cerah, akan berakhir dengan cuaca yang indah. lihatlah Mawar. Indah atau tidaknya tergantung bagaimana kita menilainya. Maka dari itu jadilah orang yang menilai sesuatu dari baiknya. Agar yang kau dapati ...