Posts

Dilematis Pembelajaran Online ditengah Pandemi

by Rizal Pamungkas 45190022 Pendahuluan Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, di Indonesia sendiri saat ini angka positif Covid-19 semakin hari semakin naik. hal ini berimbas kepada seluruh bidang di lapisan masyarakat seperti hal nya bidang ekonomi dan pendidikan. Pada masa pandemi Covid-19 seperti ini, pembelajaran daring merupakan suatu pilihan strategi pembelajaran yang terpaksa dijadikan pilihan. Proses pembelajaran daring sebenarnya tidak mudah diberlakukan di Indonesia karena ini adalah sistem yang sangat baru bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam proses pelaksanaannya, banyak keterbatasan dan permasalahan yang terjadi di lapangan. seperti contohnya jaringan internet yang tidak stabil, kondisi rumah yang tidak kondusif, keterbatasan alat komunikasi yang menyebabkan beberapa persen pelajar sulit untuk mengikuti kegiatan daring ataupun tenaga pengajar yang memiliki keterbatasan untuk mengakses atau yang dapat kita sebut gagap teknologi. Pembahasan Pembelajaran berbasis darin...

Portofolio Rizal Pamungkas (45190022)

Image
Bukti Prestasi yang pernah diraih: JUARA 3 NASIONAL Indonesia Freestyler Football Championship (IFFC) 2016   Juara 1 Youthporia Freestyler Football Competition 2017 Plaza Semanggi Jakarta Juara 1 Nasional Kategori Duo Indonesia Freestyler Football Championship (IFFC) 2016

Strategi Bisnis UMKM di Tengah Pandemik

Image
Rizal Pamungkas 45190022 Selain masyarakat, Tidak sedikit pengusaha-pengusaha yang juga mengeluh di tengah merebaknya pandemik COVID-19, mereka mengeluh karena kesulitan untuk menjalankan usahanya, terutama sektor Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM. tidak bisa dipungkiri bahwa UMKM ini adalah salah satu penopang perekonomian tanah air. Namun, adanya pandemik COVID-19 menjadi pukulan keras bagi sektor ini. Tetapi hal ini bukan menjadi halangan bagi para pegiat UMKM di Indonesia untuk terus berjuang di tengah situasi yang serba tidak pasti ini. lalu bagaimana seharusnya UMKM ini menghadapinya?  berikut 7 jurus ampuh dari praktisi pemberdayaan ekonomi masyarakat, Sigit Iko Sugondo  agar UMKM tidak terhambat atau selamat melalui pandemi Covid-19 ini. Jurus pertama adalah kreativitas dan inovasi. Kedua hal inilah yang akan menjadi kunci dalam menghadapi wabah Covid-19. UMKM harus memahami bahwa durasi pandemi Covid-19 tidak dapat diduga secara...

Adil Kah?

jika aku yang tidak tahu bagaimana kesusahanmu, bagaimana kamu berjuang, lalu menikmati bersama hasil perjuangan itu dengan cinta. adil kah? mungkin di lingkunganmu saat ini ada orang-orang yang menyimpan perasaan padamu, lalu mereka membantumu, memperhatikanmu, peduli padamu, namun kamu tolak mereka dan datang padaku. adil kah? kita berjauhan, kita pun beda kota kelahiran, dengan jarak sejauh itu akhirnya kita bersama meninggalkan cinta yang ada di dekat kita. adil kah? ada orang yang telah lama menjalin cinta tapi berakhir luka, kita yang tidak saling mengenal dan berjauhan jatuh cinta dan bahagia bersama. adil kah? cinta memang penuh teka-teki.  selalu ada misteri yang datang silih berganti. cinta terkadang datang dengan adil, dengan pengorbanan yang melelahkan. tapi juga terkadang tidak adil, dengan pengkhianatan yang menyakitkan, terlepas adil atau tidak, mari ikhlaskan kepada yang Maha berkehendak.

Dari Ayunan Ke Hati

Hujan mulai reda, kabut-kabut mulai bermunculan. Cuaca dingin menyergap. Angin mulai menerjang dan tak peduli kepada yang tengah meriang. Begitulah hari itu kugambarkan. Suasana yang sebenarnya cocok untuk bergalau ria, atau untuk merebus mie dan kuahnya. Atau untuk memikirkan jodoh yang belum tau siapa. Ah, tapi tidak mungkin. Sedang banyak orang di sini. Aku sedang menghadiri acara anak yatim, ratusan orang menghadiri acara ini. Acara berjalan dengan semestinya, adik-adik ini terlihat gembira dengan guyonan sang pembawa acara, aku senang melihat senyuman mereka, begitu polos, seperti tidak ada beban. Padahal aku tahu hidup tanpa Ayah sulit, tapi mereka tak memperlihatkannya sedikit pun kala itu. Jeda acara tiba, anak-anak mulai bermain dengan teman barunya, ada juga yang duduk diam saja. Sedangkan aku mulai merasa bosan dan memilih untuk melihat - lihat sekitar. Ku pandangi halaman yang hijau. Menghela nafas panjang yang menyejukkan, udara yang sama sekali belum tercampur polusi. Tem...

Yang Membuatku Menjauh Dari Keramaian

Sedari kecil aku di buat tidak nyaman dengan keramaian. Bukan tanpa alasan, mengingat betapa kejamnya perlakuan yang orang-orang berikan. Dan aku ingat betul bagaimana aku diperlakukan. Ketika itu aku sedang bermain dengan teman-temanku di sekolah, salah satu guru memanggilku untuk bertanya perihal bayaran sekolah yang belum aku bayar. Cerita ini memang terlihat biasa. Namun dibalik itu, cara guru menagihku yang membuatku tidak bisa berkata-kata. Aku di tagih di depan para guru dan murid-murid yang lain. Aku hanya bisa menunduk. Aku merasa seperti sedang dipermalukan. Suatu perlakuan yang cukup menghancurkan untuk seorang anak yang di benaknya hanya permainan. Benar-benar menyakitkan. Malu rasanya. Teramat malu. Aku merasa sudah tak punya wajah di depan guru dan teman-temanku di sekolah. Pernah juga ketika teman-temanku terlibat dalam suatu keributan, aku yang disalahkan. Padahal aku hanya berdiri dari kejauhan, hanya melihat tanpa sedikitpun terlibat. Lagi-lagi guru itu menunjukk...

Wajahmu Dan Kenangan Itu

Suatu ketika aku begitu gembira, tak sengaja melihatmu sedang menunggu angkutan umum didepan sebuah toserba. Gelapnya malam tak mengurangi sedikitpun cahaya di wajahmu. Seperti kunang-kunang, kau begitu kukenang. Tidak ada lagi wanita yang begitu membekas dihatiku selain dirimu. Meski kita tak banyak waktu untuk saling bicara, tidak banyak hal untuk dikenang. Tapi sungguh, bagiku kenangan tentangmu adalah kenangan paling mahal, kelas tertinggi. Mari sedikit terbang ke masa lalu untuk sekedar mengenang masa itu. Waktu itu aku sedang duduk disebuah halaman, menunggu teman menyebalkan yang sedang makan. Kuperhatikan seorang anak kecil menjual makanan ringan. Keringat demi keringat, langkah demi langkah beserta keluh dan kesah. Anak itupun duduk karena lelah. Tiba-tiba seorang wanita datang menghampirinya, memberinya sebuah senyuman penuh kasih sayang sembari menawarkan bantuan. Siapakah wanita itu? ya, itu kamu. Aku tidak tahu yang kamu dan anak itu bicarakan waktu itu. Tiba-tiba...