Dilematis Pembelajaran Online ditengah Pandemi
by Rizal Pamungkas 45190022
Pendahuluan
Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, di Indonesia
sendiri saat ini angka positif Covid-19 semakin hari semakin naik. hal ini
berimbas kepada seluruh bidang di lapisan masyarakat seperti hal nya bidang
ekonomi dan pendidikan. Pada masa pandemi Covid-19 seperti ini, pembelajaran
daring merupakan suatu pilihan strategi pembelajaran yang terpaksa dijadikan
pilihan. Proses pembelajaran daring sebenarnya tidak mudah diberlakukan di
Indonesia karena ini adalah sistem yang sangat baru bagi seluruh masyarakat
Indonesia. Dalam proses pelaksanaannya, banyak keterbatasan dan permasalahan
yang terjadi di lapangan. seperti contohnya jaringan internet yang tidak
stabil, kondisi rumah yang tidak kondusif, keterbatasan alat komunikasi yang
menyebabkan beberapa persen pelajar sulit untuk mengikuti kegiatan daring
ataupun tenaga pengajar yang memiliki keterbatasan untuk mengakses atau yang
dapat kita sebut gagap teknologi.
Pembahasan
Pembelajaran berbasis daring sepertinya bukanlah hal
yang sulit utamanya di era kemajuan teknologi dan informasi seperti ini, dimana
hampir semua guru dan siswa telah memiliki smartphone (telepon pintar ) ataupun
perangkat untuk mengakses pembelajaran berbasis daring ini. Ada banyak pilihan
aplikasi pembelajaran daring yang biasa digunakan , seperti zoom, google
calssroom dan lain lain. Pengoperasiannya pun tidaklah sulit sebab hampir sama
saja dengan aplikasi yang umumnya kita gunakan dalam keseharian kita.
Namun realitas di lapangan tak semudah yang kita
bayangkan, ada sebuah tantangan yang harus dihadapi guru dan siswa . tantangan
tersebut bukan pada ketidak mampuann menggunakan aplikasi.
pembelajaran daring tetapi lebih pada ketidak
tersediaan akses internet yang memadai. Belum meratanya ketersediaan akses
internet yang memadai dan ketidak punyan siswa siswa terhadap telepon pintar
tersebut menjadi kendala yang sangat berpengaruh terhadap pembelajaran yang
dilaksanakan. Bagi siswa yang tidak memiliki hangphone pintar adalah
dikarenakan keterbatasan ekonomi. Karna banyak diantara siswa yang berasal dari
kalangan kurang mampu.
Namun di zaman ini rasanya handphone merupakan
barang yang wajib di butuhkan oleh semua orang untuk mengakses segala informasi
yang ada di dunia dan dapat menghubungkan antar satu orang ke orang lain. Akan
tetapi bagaimana dengan orang yang tidak mampu membelinya? Mereka hanya bisa
numpang dan nebeng dengan teman yang memiliki smart phone. Belum lagi orang tua
harus memutar otak dimasa pandemi ini untuk membelikan kuota paket anak anak
mereka, sementara untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga saja sangatlah susah.
Belum lagi sebagian dari siswa juga memanfaatkan moment pembelajaran online ini
dengan meminta beli kuota tidak semata mata digunakan untuk belajar daring tapi
banyak diantara mereka menggunakan kuota tersebut untuk bermain game online.
Seiring berjalannya waktu masalah masalah lainnya
pun muncul diantaranya para orang tua mulai kewalahan dalam mengawasi anak anak
mereka, bagi orang tua yang mempunyai latar pendidikan yang kurang tentunya
sangatlah susah membantu anak mereka untuk melakukan pembelajaran di rumah.
Penugasan yang di berikan oleh guru melalui pembelajaran daring yang harus
dikerjakan oleh siswa dirumah tidak terlepas dari pengawsan dan bimbingan
orangtua dirumah. Hal ini hendaknya menjadi perhatian kusus bagi orang tua dan
guru, dimana di masa pandemi ini dengan memnempuh pembelajaran daring hendaklah
perlu kerjasama orangtua dan guru agar anak /siswa lebih bisa memaksimalkan
pembelajaran mereka.
Kesimpulan
dari beberapa masalah diatas yang sudah ditemukan di
lapangan guru sebgai tenaga pendidik tidaklah patah semangat dalam menjalankan
tugas mereka untuk mencerdaskan anak bangsa, harapan kita bersama pandemi ini
cepat berlalu dan pendidikan dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.
Daftar Pustaka
https://www.minangkini.com/dilema-pembelajaran-online-di-tengah-pandemi-covid-19/
Comments
Post a Comment