1. Cinta Itu Gugur Sebelum Bersemi
Laki-Laki mana yang tak sedih ketika ditinggal orang terkasih? sekuat apapun ia berpura-pura akhirnya akan roboh juga, karena orang yang kita kasihi adalah kekuatan sekaligus titik lemah.
Aku dikejutkan dengan sebuah kabar bahagia, ya, kabar bahagia yang sama sekali tak membahagiakan.
Orang yang aku cintai akan menikah dengan orang lain.
Bodohnya aku, aku tak menyadari bahwa sebelumnya Tuhan kirimkan pesan melalui mimpi.
Dimimpi itu dia datang sambil menangis, mengatakan kepadaku dia akan menikah.
Aku heran mengapa ia menangis, bukankah menikah adalah tanda bahwa dia menemukan bahagianya?
tiba-tiba ia memeluk begitu erat, sangat erat. Akupun ikut menangis karena melihatnya menangis,
"hey, kenapa kamu menangis? jangan menangis, jika kamu tidak bahagia bersamanya menikah saja denganku" tuturku.
Tapi ia tak menjawabnya, kata-kata itu malah membuat tangisannya semakin menjadi-jadi.
Akupun terbangun dengan mata yang sembab sembari kebingungan tak pasti.
Perempuan yang sudah lama tak kujumpai, perempuan satu-satunya yang aku cintai, sudah lama tak bertukar kabar tapi tiba-tiba hadir didalam mimpi.
Tanpa pikir panjang akupun langsung memeriksa media sosialnya, dan ya!
terdapat sebuah unggahan, fotonya dan orang lain, serta sebuah undangan.
Airmataku keluar begitu saja, aku tak menyangka bahwa ternyata aku selemah ini, aku sempat malu kepada diriku, teringat ejekan-ejekan yang pernah aku lontarkan kepada temanku
"cuma karena cewe nangis? hahaha lebay!".
Dan itu sekarang menimpaku, ternyata rasanya begitu menyayat, dari situ aku mengerti bahwa kita akan lebih menghargai saat yang orang lain rasakan terjadi pada diri sendiri.
Waktu masih menunjukan pukul dua dini hari, aku masih saja menangis sambil mengingat kenangan yang pernah aku dan dia lalui bersama. Janji-janji yang pernah kita buat sebelum Tuhan memberi sebuah jarak kepada kita..
Aku sempat pesimis dengan hubungan jarak jauh, tapi dia menguatkan dan mengatakan perasaan kita akan tetap utuh walau sejauh apapun jarak yang kita tempuh. Begitu yakinnya dia pada saat itu.
Namun aku belum cukup dia yakinkan, akupun berkata " jika kita memang ditakdirkan Tuhan bersama, pasti kita akan bersama bagaimanapun caranya, mari kita cukupkan hubungan kita sampai disini saja. Sungguh, aku mengatakan ini bukan karena aku tak mencintaimu lagi, tapi aku takut akan ada seseorang yang lebih dari aku menemuimu, dan aku menjadi penghalang bagi kebahagiaanmu. Semua terserah kepadamu, tapi satuhal yang pasti, aku berjanji akan menjaga perasaanku hanya untukmu, Tina. Dan aku tidak akan menikah sampai kamu menikah, baik denganku, ataupun dengan orang lain, Kamu kuat ya!, kamu harus makan dengan teratur karena aku tidak akan lagi mengingatkanmu, jangan terlalu banyak makan pedas, jangan lagi jadi perempuan yang cengeng, karena tidak akan lagi ada bahuku disampingmu. Pokonya kamu harus kuat, sampai jarak yang menghalangi kita hilang tak tersisa" semua kalimat itu kukatakan sambari berkaca-kaca dan menahan air mata. apalagi dia, mungkin segelas air mata telah ia keluarkan karena saking derasnya ia menangis.
Sambil menguatkan dan mengelap airmatanya, iapun mengucapkan kalimat-kalimat yang membuat hatiku begitu bergetar " baiklah jika itu yang kamu mau, sejujurnya aku tak ingin, tapi janjimu membuat aku yakin, bahwa akan ada pelangi setelah badai yang kita lalui. Kupegang janjimu, jika kamu melanggarnya sungguh aku akan datang dan membunuhmu pada hari pernikahanmu dengan selain diriku" Sembari tertawa dan menangis ia mengatakan itu, sungguh cantik jika wanita sedang begitu, iapun kembali meneruskan perkataannya " ingatlah perjuangan dan semua kesusahan yang kita lewati sampai saat ini, maka kamu akan kuat memegang janji itu. Kamu juga jangan aneh-aneh ya disana! awas jika saat kita berjumpa nanti tiba-tiba kamu bau rokok! apalagi bau minuman keras, jika kamu lakukan itu tidak usah lagi mengenalku! tetaplah menjadi kamu yang aku kenal saat ini, jangan lupa berdoa, semakin dekat kamu bersama Tuhan, semakin dekat juga kamu denganku, karena Tuhan akan menyampaikan perasaanmu sekalipun kita tak bertemu.
Aku ingin kamu tahu bahwa perasaanku padamu akan selalu sama sampai kapanpun itu. Aku mencintaimu dengan sepenuh hati, seperti cinta kopi pada senja, sekali lagi aku mencintaimu, Arka."
begitu melekat inci demi inci perkataannya saat itu, ingatanku saat ini seolah-olah hanya tentangnya.
"oh Tuhan, sebentar lagi ia akan ada yang memiliki...."
Bersambung....
Aku dikejutkan dengan sebuah kabar bahagia, ya, kabar bahagia yang sama sekali tak membahagiakan.
Orang yang aku cintai akan menikah dengan orang lain.
Bodohnya aku, aku tak menyadari bahwa sebelumnya Tuhan kirimkan pesan melalui mimpi.
Dimimpi itu dia datang sambil menangis, mengatakan kepadaku dia akan menikah.
Aku heran mengapa ia menangis, bukankah menikah adalah tanda bahwa dia menemukan bahagianya?
tiba-tiba ia memeluk begitu erat, sangat erat. Akupun ikut menangis karena melihatnya menangis,
"hey, kenapa kamu menangis? jangan menangis, jika kamu tidak bahagia bersamanya menikah saja denganku" tuturku.
Tapi ia tak menjawabnya, kata-kata itu malah membuat tangisannya semakin menjadi-jadi.
Akupun terbangun dengan mata yang sembab sembari kebingungan tak pasti.
Perempuan yang sudah lama tak kujumpai, perempuan satu-satunya yang aku cintai, sudah lama tak bertukar kabar tapi tiba-tiba hadir didalam mimpi.
Tanpa pikir panjang akupun langsung memeriksa media sosialnya, dan ya!
terdapat sebuah unggahan, fotonya dan orang lain, serta sebuah undangan.
Airmataku keluar begitu saja, aku tak menyangka bahwa ternyata aku selemah ini, aku sempat malu kepada diriku, teringat ejekan-ejekan yang pernah aku lontarkan kepada temanku
"cuma karena cewe nangis? hahaha lebay!".
Dan itu sekarang menimpaku, ternyata rasanya begitu menyayat, dari situ aku mengerti bahwa kita akan lebih menghargai saat yang orang lain rasakan terjadi pada diri sendiri.
Waktu masih menunjukan pukul dua dini hari, aku masih saja menangis sambil mengingat kenangan yang pernah aku dan dia lalui bersama. Janji-janji yang pernah kita buat sebelum Tuhan memberi sebuah jarak kepada kita..
Aku sempat pesimis dengan hubungan jarak jauh, tapi dia menguatkan dan mengatakan perasaan kita akan tetap utuh walau sejauh apapun jarak yang kita tempuh. Begitu yakinnya dia pada saat itu.
Namun aku belum cukup dia yakinkan, akupun berkata " jika kita memang ditakdirkan Tuhan bersama, pasti kita akan bersama bagaimanapun caranya, mari kita cukupkan hubungan kita sampai disini saja. Sungguh, aku mengatakan ini bukan karena aku tak mencintaimu lagi, tapi aku takut akan ada seseorang yang lebih dari aku menemuimu, dan aku menjadi penghalang bagi kebahagiaanmu. Semua terserah kepadamu, tapi satuhal yang pasti, aku berjanji akan menjaga perasaanku hanya untukmu, Tina. Dan aku tidak akan menikah sampai kamu menikah, baik denganku, ataupun dengan orang lain, Kamu kuat ya!, kamu harus makan dengan teratur karena aku tidak akan lagi mengingatkanmu, jangan terlalu banyak makan pedas, jangan lagi jadi perempuan yang cengeng, karena tidak akan lagi ada bahuku disampingmu. Pokonya kamu harus kuat, sampai jarak yang menghalangi kita hilang tak tersisa" semua kalimat itu kukatakan sambari berkaca-kaca dan menahan air mata. apalagi dia, mungkin segelas air mata telah ia keluarkan karena saking derasnya ia menangis.
Sambil menguatkan dan mengelap airmatanya, iapun mengucapkan kalimat-kalimat yang membuat hatiku begitu bergetar " baiklah jika itu yang kamu mau, sejujurnya aku tak ingin, tapi janjimu membuat aku yakin, bahwa akan ada pelangi setelah badai yang kita lalui. Kupegang janjimu, jika kamu melanggarnya sungguh aku akan datang dan membunuhmu pada hari pernikahanmu dengan selain diriku" Sembari tertawa dan menangis ia mengatakan itu, sungguh cantik jika wanita sedang begitu, iapun kembali meneruskan perkataannya " ingatlah perjuangan dan semua kesusahan yang kita lewati sampai saat ini, maka kamu akan kuat memegang janji itu. Kamu juga jangan aneh-aneh ya disana! awas jika saat kita berjumpa nanti tiba-tiba kamu bau rokok! apalagi bau minuman keras, jika kamu lakukan itu tidak usah lagi mengenalku! tetaplah menjadi kamu yang aku kenal saat ini, jangan lupa berdoa, semakin dekat kamu bersama Tuhan, semakin dekat juga kamu denganku, karena Tuhan akan menyampaikan perasaanmu sekalipun kita tak bertemu.
Aku ingin kamu tahu bahwa perasaanku padamu akan selalu sama sampai kapanpun itu. Aku mencintaimu dengan sepenuh hati, seperti cinta kopi pada senja, sekali lagi aku mencintaimu, Arka."
begitu melekat inci demi inci perkataannya saat itu, ingatanku saat ini seolah-olah hanya tentangnya.
"oh Tuhan, sebentar lagi ia akan ada yang memiliki...."
Bersambung....
Comments
Post a Comment