Fase Tidak Menentu

Mungkin, kita semua pernah merasa di fase yang tak menentu.
Ingin melakukan sesuatu tapi seperti tak tahu arah.
Harus kemana, harus bagaimana, harus dengan siapa.
Yang lebih meresahkan yaitu ketika kita mulai menyadari apa yang kita inginkan.
Arah yang akan kita arungi. 
Namun seperti Tuhan tak memberi jalan kita untuk kesana.
Semua tertutup. Terlihat seperti hampir berhasil namun hasilnya nihil.
Ya, kita semua pernah mengarungi fase seperti itu.
Itulah hidup.
Boleh kecewa, sedikit saja.
Tapi jangan sampai membuatmu jatuh tak berdaya.
Yang bisa kita lakukan adalah menyadari bahwa takdir tak selalu harus seperti apa yang kita pikir.
Sadari bahwa ketika kamu patah hati, esok hari kamu akan kembali jatuh hati.
badai yang kau kira tak akan berakhir cerah, akan berakhir dengan cuaca yang indah.

lihatlah Mawar.
Indah atau tidaknya tergantung bagaimana kita menilainya.
Maka dari itu jadilah orang yang menilai sesuatu dari baiknya.
Agar yang kau dapati adalah sari yang manis, bukan duri yang mengiris.


Rizal Pamungkas.
Rabu, 7 oktober 2019.

Comments

  1. "Takdir tak selalu harus selalu seperti apa yang kita pikir"
    Itu menurut aku mungkin lebih bagus kalo kata "selalu" nya itu satu aja baik yang di depan saja maupun yg di belakang saja
    "takdir tak harus selalu seperti apa yang kita pikir"
    "takdir tak selalu harus seperti apa yang kita pikir"

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohiya, selalunya kebanyakan. terimakasih sudah mau mengingatkan ya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Strategi Bisnis UMKM di Tengah Pandemik

Dilematis Pembelajaran Online ditengah Pandemi